League Of Legends Pointer Let's Blogging

Selasa, 21 April 2015

B. Manusia Dan Kegelisahan

Berlanjut dari tautan sebelumnya Manusia danHarapan, kali ini akan dijelaskan mengenai manusia dan kegelisahan. Apa itu kegelisahan? Apa hubungannya dengan manusia? Artikel ini tentu sangat berkaitan dengan artikel sebelumnya yaitu manusia dan harapan.

         Jika ternyata hubungan manusia dan harapan itu sangatlah erat kaitannya dengan kehidupan, begitu pula ada kaitannya dengan kegelisahan. Setiap insan manusia yang memiliki harapan tentu memiliki rasa gelisah, dimana pun dan kapan pun. Kegelisahan, merupakan suatu perasaan tidak nyaman yang membayangi setiap pekerjaan. Perasaan yang mengisyaratkan akan pesimisme ketidakmampuan untuk melakukkan suatu pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan. Atau juga bisa terjadi ketika ada rasa tertekan dari lingkungan luar, maupun lingkungan dalam.


      Contoh sederhana rasa kegelisahan adalah ketika akan ditunjuk kedepan oleh guru untuk mengerjakan soal. Misalkan ada anak yang tidak percaya diri, atau anak yang tidak pemalu. Maka ketika ditunjuk maju untuk mengerjakan soal, akan terjadi tekanan yang menekan anak tersebut sehingga muncul kegelisahan pada dirinya, dimana Ia takut gagal mengerjakan soal, atau dilihat dan ditertawakan teman-temannya. Atau jaga image yang berlebihan merupakan beberapa factor yang membuat anak tersebut gelisah sehingga menekan sistem syaraf dan menjadikan pikiran anak tersebut tidak jernih dan perasaan lega. Itu merupakan contoh hubungan manusia dan kegelisahan yang ternyata berdampak ke hubungan social dalam bermasyarakat.

A. Manusia Dan Harapan

Berkaitan dengan tautan sebelumnya mengenai Definisi Ilmu Budaya Dasar, salah satu dari luang lingkup yang dipelajari adalah bagaimana keterkitan antara manusia dengan harapan. Jika dikaji lagi, apa maksud dengan hubungan Manusia dengan Harapan?

Pernahkah kita sedang melakukkan sesuatu dengan kerja keras dan mengharapkan sesuatu yang dapat menghasilkan akhir yang memuaskan dan sesuai dengan apa yang diinginkan? Mengapa kita beharap agar tercapai tujuan kita? Itu adalah contoh kecil dari luang lingkup hubungan manusia dan harapan. Kita sebagai manusia, makhluk hidup yang memiliki akal sehat dan memiliki perasaan sudah sangatlah tentu berkaitan dengan harapan. Harapan pasti dimiliki oleh setiap insan manusia. Kehisupan manusia tidak dapat dipisahkan dari harapan. Lalu mengapa kita memiliki harapan?


Sebagai contoh lain, kita sebagai mahasiswa maupun mahasiswi pasti akan melakukkan sidang pada semester akhir. Penyelesaian skripsi yang diakhiri dengan sidang adalah salah satu contoh yang dekat dengan kita mahasiswa. Setiap mahasiswa yang akan disidang pasti memiliki harapan akan kelancaran dan keberhasilan yang akan diraih. Memiliki harapan agar dapat lulus sidang. Dari contoh yang sudah diuraikan, maka bisa dikatakan, harapan merupakan keinginan akan ego dari manusia agar tercapai apa yang diinginkan setelah melakukkan usaha. Harapan pula yang menjadikan kita manusia selalu melewati hari-hari dalam berjuang dan berusaha agar menjadi manusia yang berbudaya dan seutuhnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Senin, 23 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR

Pernahkah kalian mendengar kata ilmu budaya dasar? Mungkin ada sebagian dari kalian yang tau, tapi juga mungkin ada yang tidak. Jadi pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai ilmu budaya dasar pada kehidupan manusia.

1.    DEFINISI

Apa itu Ilmu Budaya Dasar? Ilmu Budaya Dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam pengetahuan budaya.

2.    PERMASALAHAN

Ada beberapa permasalahan yang dibahas pada ilmu budaya dasar, yaitu:

a.      Berbagai aspek kehidupan seluruhya yang merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya, yang dikaji dengan pengetahuan budaya, baik dari satu disiplin atau gabungan disiplin ilmu pengetahuan budaya.
b.      Hakikat manusia yang universal atau satu yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.

3.    RUANG LINGKUP

Ruang lingkup atau hal yang dipelajari berkaitan dengan ilmu budaya dasar terdiri dari:

a.      Manusia dan keindahan
b.      Manusia dan penderitaan
c.       Manusia dan keadilan
d.      Manusia dan pandangan hidup
e.      Manusia dan kegelisahan
f.        Manusia dan harapan
g.      Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
h.      Manusia dan cinta kasih

4.      TUJUAN

Ilmu budaya dasar tercipta bukan hanya serta merta hadir untuk menciptakan budaya, tetapi memiliki tujuan tersendiri. Lalu apa saja tujuan dari ilmu budaya dasar tersebut?
Berikut adalah beberapa tujuan dari ilmu budaya dasar:

a.      Lebih peka terhadap masalah dan kehidupan
Dengan kita mempelajari ilmu budaya dasar, kita diharapkan dapat lebih peka terhadap masalah masalah yang sering timbul dikehidupan sekitar kita. Sesuai dengan ruang lingkup yang sudah dijelaskan diatas, kita akan dapat lebih mudah memahami permasalah yang menyangkut mapun tidak mengenai kebudayaan.

b.      Memberikan kesadaran terhadap mahasiswa mengenai nilai-nilai hidup dalam masyarakat
Setelah mempelajari ilmu budaya dasar, sebagai mahasiswa yang dituntut sebagai generasi-generasi penerus bangsa diharapkan lebih sadar akan mentaati nilai-nilai kehidupan. Sebagai generasi penerus bangsa, etika mahasiswa yang juga merupakan masa remaja harus dibentuk dengan baik sedemekian rupa hingga lebih sadar akan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat.

c.       Memiliki pengetahuan yang luas tentang kebudayaan Indonesia
Mempelajari ilmu budaya dasar dapat mengembangkan pengetahuan akan kebudayaan yang berada di Indonesia.

d.      Menumbuhkan minta untuk memperdalamnya
Untuk sebagian orang, ada yang memiliki keingintahuan yang tinggi, sehingga ketika memelajari kajian ini, dia akan terus menimba ilmu dan memperdalam apa yang dipelajarinya.

e.      Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif
Semakin kita mempelajari ilmu budaya dasar, semakin berkembang kekreatifitasan otak kita, karena dengan begitu kita dapatmengembangkan kebudayaa yang di Indonesia. Sehingga budaya akan semakin lestari.




Kamis, 01 Januari 2015

Bersosialisasi Sesuai Dengan Pribadi dan Karakteristik

            Sebelumnya, sudah pernah saya posting mengenai Kelebihan dan Kekurangan diri pada saya pribadi secara essay. Kali ini, saya akan menuliskan bagaimana seorang yang berkepribadian seperti saya sanggup untuk tetap melakukkan interksi sosial kepada masyarakat dilingkungan hidup yang saya jalani.
            Sejak kecil, saya memiliki kepribadian yang sebenarnya sangat mudah bergaul dengan orang lain. Kepribadian tersbut sangat memudahkan saya untuk mendapatkan teman. Hanya saja setelah beranjak SD menjelang SMP, disitulah mental saya drop dan menjadi seorang yang pemalu. Tetapi untung saja sifat mudah bergaul ini masih tetap melekat pada diri saya sehingga walaupun memiliki rasa pemalu, saya tetap bias bergaul dengan teman-teman hingga saat ini.
            Sifat mudah bergaul ini yang sering menjadi cara saya bagaimana kita dapat bersosialisasi dengan baik. Bukan hanya itu, sifat saya yang lain seperti menjadi seorang pendengar yang baik juga salah satu cara saya dapat berinteraksi dengan baik dan sopan kepada orang lain. Misalnya, ketika seorang teman bercerita suatu hal pada kita, saya lebih memilih untuk mendengarkan cerita mereka dan meresponnya dengan baik. Begitu juga ketika kita berinteraksi kepada seseroang yang lebih tua. Yang pasti, kesopanan adalah yang utama jika kita bertemu dengan kolega atau kerabat kita yang lebih tua, atau om dan tante kita. Dan sampai saat ini, saya masih berusaha untuk mengubah sifat pemalu saya agar lebih percaya diri dalam memasuki lingkungan masyarakat yang lebih luas.